Skip to content Skip to footer
Skip to main content
< All Topics
Print

Hybrid Modeling di Solid Edge: Kombinasi Synchronous dan Ordered untuk Fleksibilitas Maksimal

Dalam dunia desain produk modern, kebutuhan engineer bukan hanya membuat model dengan cepat, tetapi juga memastikan desain tetap terstruktur dan siap untuk proses engineering lanjutan. Di sinilah konsep Hybrid Modeling di Solid Edge menjadi sangat powerful.

Di Solid Edge, Hybrid Modeling memungkinkan engineer menggabungkan dua pendekatan utama dalam satu workflow yang sama: Synchronous Technology untuk kecepatan dan fleksibilitas, serta Ordered (history-based) modeling untuk kontrol dan struktur desain.

Memahami Konsep Hybrid Modeling

Secara tradisional, CAD system biasanya memisahkan dua pendekatan: Synchronous modeling yang fokus pada editing langsung tanpa tergantung feature history, dan Ordered modeling yang berbasis urutan feature yang terstruktur.

Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, namun juga keterbatasan jika digunakan secara terpisah. Solid Edge menggabungkan keduanya sehingga engineer tidak perlu memilih salah satu sejak awal.

Pendekatan ini memberikan kebebasan untuk bekerja secara fleksibel di awal, lalu tetap menjaga keteraturan desain saat masuk ke tahap engineering yang lebih detail.

Step 1: Memulai dengan Synchronous Modeling

Proses desain biasanya dimulai dengan Synchronous Mode, di mana fokus utama adalah kecepatan dalam membentuk geometri awal.

Pada tahap ini, engineer bisa langsung membuat dan memodifikasi model tanpa harus terlalu memikirkan urutan feature. Geometri dapat diedit secara langsung melalui face modeling, dan dimensi bisa diterapkan secara intuitif pada model.

Tahap ini sangat ideal untuk concept design, eksplorasi bentuk, maupun pembersihan data dari file impor. Intinya adalah membentuk ide secepat mungkin tanpa hambatan struktural.

Step 2: Menguatkan Design Intent

Setelah bentuk dasar terbentuk, tahap berikutnya adalah mulai mengunci design intent.

Di sini, dimensi penting mulai dikontrol agar desain tetap konsisten ketika dilakukan perubahan. Engineer tetap bisa menjaga fleksibilitas model, tetapi dengan batasan yang lebih terarah agar tidak keluar dari konsep awal.

Tahap ini menjadi jembatan antara eksplorasi bebas di Synchronous dan struktur formal di Ordered. Dengan kata lain, ini adalah fase transisi dari membentuk ide ke mendefinisikan engineering intent.

Step 3: Melanjutkan Desain di Ordered Mode

Di tahap ini, workflow tidak berhenti atau dikonversi, tetapi dilanjutkan ke Ordered Mode untuk pengembangan desain yang lebih terstruktur.

Model yang sebelumnya dibuat di Synchronous tetap dipertahankan, lalu pengembangan feature dilakukan dengan pendekatan history-based seperti pada Ordered modeling. Engineer melanjutkan pekerjaan dari geometri yang sudah ada, bukan memulai ulang atau melakukan transformasi total.

Pendekatan ini memungkinkan penambahan feature secara lebih sistematis, seperti fillet, pattern, hole series, dan detail engineering lainnya yang membutuhkan urutan feature yang jelas.

Ordered Mode juga sangat membantu dalam proses finalisasi desain, terutama untuk kebutuhan manufacturing, standar perusahaan, dan kontrol perubahan yang lebih ketat.

Dengan workflow ini, engineer mendapatkan kombinasi ideal: kecepatan di awal melalui Synchronous, lalu kontrol dan struktur di tahap akhir melalui Ordered.

Demo Workflow Hybrid Modeling

Berikut adalah demo singkat yang menunjukkan bagaimana workflow Synchronous dapat dilanjutkan ke Ordered Mode dalam Solid Edge:

Kesimpulan

Hybrid Modeling di Solid Edge bukan sekadar fitur teknis, tetapi sebuah pendekatan kerja yang mengubah cara engineer membangun desain.

Dengan memulai dari Synchronous untuk eksplorasi cepat, lalu melanjutkan ke Ordered untuk penguatan struktur desain, proses engineering menjadi jauh lebih efisien tanpa mengorbankan fleksibilitas maupun kontrol.

Di era desain yang semakin kompleks, pendekatan seperti ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk mempercepat inovasi sekaligus menjaga kualitas engineering.

Author

Aditya Pratama
Pre-Sales Channel Solutions Consultant
Siemens Digital Industries Software
LinkedIn

Table of Contents
E-mail
Password
Confirm Password